Pertidaksamaan
Sistem petidaksamaan yang
menyertakan semua syarat yang harus dipenuhi oleh x atau y yang dikenal sebagai
model matematika. Sistem pertidaksamaan menggunakan tanda >, <, ≤ atau ≥.
Sifat-sifat pertidaksamaan:
- tanda pertidaksamaan tidak berubah jika kedua ruas ditambah atau dikurangi dengan bilangan yang sama
Jika a < b maka:
a + c < b + c
a – c < b – c
- tanda pertidaksamaan tidak berubah jika kedua ruas dikali atau dibagi dengan bilangan positif yang sama
Jika a < b, dan c adalah bilangan
positif, maka:
a.c < b.c
a/b < b/c
- tanda pertidaksamaan akan berubah jika kedua ruas pertidaksamaan dikali atau dibagi dengan bilangan negatif yang sama
Jika a < b, dan c adalah bilangan
negatif, maka:
a.c > b.c
a/c > b/c
- tanda pertidaksamaan tidak berubah jika kedua ruas positif masing-masing dikuadratkan
Jika a < b; a dan b sama-sama
positif, maka: a2 < b2
Pertidaksamaan
Linear
→ Variabelnya berpangkat 1
Penyelesaian:
Suku-suku yang mengandung variabel dikumpulkan di ruas kiri, dan konstanta diletakkan di ruas kanan
Contoh:
2x – 7< 4x – 2
Penyelesaian:
Suku-suku yang mengandung variabel dikumpulkan di ruas kiri, dan konstanta diletakkan di ruas kanan
Contoh:
2x – 7< 4x – 2
2x – 7 + 7<4x – 2 + 7
2x<4x + 5
2x – 4x<4x – 4x + 5
-2x<5
-
.-2x<5.
-
X< -
Pertidaksamaan
Kuadrat
→ Variabelnya berpangkat 2
Penyelesaian:
Penyelesaian:
- Ruas kanan dibuat menjadi nol
- Faktorkan
- Tentukan harga nol, yaitu nilai variabel yang menyebabkan nilai faktor sama dengan nol
- Gambar garis bilangannya
Jika tanda pertidaksamaan ≥ atau ≤,
maka harga nol ditandai dengan titik hitam •
Jika tanda pertidaksamaan > atau
<, maka harga nol ditandai dengan titik putih °
- Tentukan tanda (+) atau (–) pada masing-masing interval di garis bilangan. Caranya adalah dengan memasukkan salah satu bilangan pada interval tersebut pada persamaan di ruas kiri.
- Tentukan himpunan penyelesaian
→ jika tanda pertidaksamaan > 0
berarti daerah pada garis bilangan yang diarsir adalah yang bertanda (+)
→ jika tanda pertidaksamaan
< 0 berarti daerah pada garis bilangan yang diarsir adalah yang bertanda (–)
Contoh:
(2x – 1)2 ≥ (5x – 3).(x – 1) – 7
4x2 – 4x + 1 ≥ 5x2 – 5x – 3x + 3 – 7
4x2 – 4x + 1 – 5x2 + 5x + 3x – 3 + 7 ≥ 0
–x2 + 4x + 5 ≥ 0
–(x2 – 4x – 5) ≥ 0
–(x – 5).(x + 1) ≥ 0
Harga nol: x – 5 = 0 atau x + 1 = 0
x = 5 atau x = –1
(2x – 1)2 ≥ (5x – 3).(x – 1) – 7
4x2 – 4x + 1 ≥ 5x2 – 5x – 3x + 3 – 7
4x2 – 4x + 1 – 5x2 + 5x + 3x – 3 + 7 ≥ 0
–x2 + 4x + 5 ≥ 0
–(x2 – 4x – 5) ≥ 0
–(x – 5).(x + 1) ≥ 0
Harga nol: x – 5 = 0 atau x + 1 = 0
x = 5 atau x = –1

Tidak ada komentar:
Posting Komentar